Friday, October 22, 2010

Saidina Umar sayangkan anaknya , tetapi ...!




Bismillahirrahmanirrahim ...

Assalamualaikum Warah Matullah ,


Allahumma Solli Ala' Muhammad




Satu hari disebening subuh Saidina Umar sedang duduk menunggu matahari .


Tiba - tiba datang seorang perempuan Yahudi , berkata ;

" Wahai Umar , sesungguhnya aku akan mengandungkan cucumu !"

Umar terkejut .

" Baiklah , aku akan siasat perkara ini hari ini , dan besok kita akan bawa berbincang . "

Umar balik rumah bersarapan . Ada riwayat menyebut makan tengahari .

Umar menyuruh isterinya masak masakan yang sedap - sedap .

" Wahai anakku Ubaidilah , sudikah kamu sekiranya dapat meluangkan masamu bersama ayah . mari makan bersama ayah . "

" Baik ayah , " Ubaidilah makan

..sudah habis makan Umar suruh tambah .


" Tambah lagi ye anak , "

" Saya dah tak larat ayah ,"

" Tambah lagi ye anak , Ubaidilah tak sayang ayah lagi ? "

Ubaidilah makan , sudah habis makan Umar suruh tambah . Macam tadi juga , Ubaidilah menolak . Dua tiga kali ulang - ulang .

" Ubaidilah tak sayang ayah lagi ? "

" Minta maaf ayah , saya tak larat sangat . "

" Makanlah sedikit wahai anakku , kerana aku bimbang , inilah kali terakhir kita makan bersama . "

" Apa yang ayah cakap ni ? "

" Anak , boleh kau bagitahu secara jujurnya , adakah kau telah berzina ? " tanya Umar menangis ,

" Wahai ayah , maafkan saya , aku telah terlanjur , aku telah diperangkap oleh Yahudi . Mereka berkata ada perempuan mahu berjumpa denganku . Maka aku pergi kerumahnya keseorangan , aku diberi minum khamar , lantas aku terus berzina . Maafkan saya . ayah "

" Tidak mengapa anakku , besok kita bermesyuarat ."

Hari yang ditunggu telah tiba . Ramai para sohabat datang bermesyuarat . Ramai sahabat putuskan Ubaidilah dikenakan hudud . Salah seorang sohabat mencelah ;

" Wahai Umar , aku tidak berapa setuju anakmu dihududkan , bukankah anakmu tidak bersalah ? Dia telah diperangkap oleh Yahudi . "

Umar berkata , " Sungguh dia telah terminum khamar dan akhirnya berzina tetapi dia tetap bersalah , kalau tidak kenapa dia pergi ke rumah perempuan yahudi tersebut ? "

Akhirnya , Ubaidillah dihukum sebat 100 sebatan , sebelum disebat , Ubaidilah diikat , dikoyakkan belakang bajunya .

" Wahai umar , aku tidak mampu menyebat anakmu , " kata si Tukang Sebat .

" Aku kata sebat anakku ! "

" Aku tidak mampu , anakmu seorang ahli misjid , seorang yang rajin membaca doa , bahkan rajin membaca quran , '' menangis - nangis rayu si Tukang sebat .

" Bukankah kau dah buat perjanjian denganku untuk menyebat anakku ? "

" Ya , tapi , aku tak mampu , aku sayang anakmu lebih dari aku sayang anakku ."

" Sebat! "

Satu sebatan , dua sebatan , tiga sebatan , begitu lah seterusnya .

"Sakit ..ayah! " menangis si Ubaidilah . Bahkan si Tukang Sebat menyebat dalam tangisan .

" Sabar anakku "

" Ayah , aku lapar , "

Umar menyuapkan Ubaidilah makanan .

" Ayah , aku haus ."

dihulurkan minuman .

disebat lagi , sehingga 90 kali sebatan , sudah tidak bermaya Ubaidilah . Sudah nampak tanda tanda nazak pada diri Ubaidilah .

" Ayah , tekakku kering . "

Umar suapkan lagi Ubaidilah .

" minum ya Ubaidilah . Jangan lupa ya , kirim salam pada Rasulullah . "

Saat 97 sebatan , mati si Ubaidilah innalillah hiwainnailaihirojiun . Si Tukang sebat menangis nangis , tak mampu melihat peristiwa ini . Si Tukang sebat berhenti sebat .

" Wahai si Tukang Sebat , sebatlah dia buat kali terakhir . "

" wahai Umar , aku tidak mampu ."

" Sesungguhnya , engkau mampu berhutang 3 kali dengan Allah , tapi aku ini Umar , dan Umar tidak mampu berhutang dengan Allah , mahupun satu kali !"

Umar sendiri sebat jenazah anaknya buat kali terakhir bagi menggenapkan 100 sebatan .

Ikatan si jenazah dilepaskan . Menangis nangis Umar memeluk anaknya si Ubaidilah .

Hari itu juga Ubaidilah diuruskan jenazahnya . Jenazah disolatkan di Masjid Nabawi dan ditanamkan di Baqi .

Malam itu Umar mimpi anaknya bersama sama Rasulullah didalam syurga .

dan mimpi orang orang yang benar adalah BENAR!!!


Subhanallah , Ya Allah , matikan kami dalam nikmat Islam ! Amin~


Wallahu'alam

2 comments:

Syed Azaharul said...

Oh, begitu kisahnya sebenar... sumber dari mana?

Muhammad Irfan Bin Abdul Rani said...

Qola ; Salam


Oh , kisah ini sya ambil dari kaset ( ada juga version CD.inshaallah ) yg disampaikan oleh Ustaz Ahmad Ismail ( S'pore ) bertajuk " Mati , badan terbelah dua "


Wallahualam . serius Syed . Aku menangis tak henti2 dengar kuliah ni